Jumat, 30 September 2016
Kamis, 22 September 2016
Rekayasa Perangkat Lunak
SEJARAH SOFTWARE ENGINEERING
Istilah software engineering digunakan
pertama kali pada akhir 1950-an dan awal 1960-an. Saat itu, masih
terdapat perdebatan tajam mengenai aspek engineering dari pengembangan
perangkat lunak. Pada tahun 1968 dan 1969, komite sains NATO mensponsori
dua konferensi tentang rekayasa perangkat lunak, yang memberikan dampak
kuat terhadap pengembangan rekayasa perangkat lunak. Banyak yang
menganggap dua konferensi inilah yang menandai awal resmi profesi
rekayasa perangkat lunak.
Pada tahun 1960-an hingga 1980-an,
banyak masalah yang ditemukan para praktisi pengembangan perangkat
lunak. Banyak project yang gagal, hingga masa ini disebut sebagai krisis
perangkat lunak. Kasus kegagalan pengembangan perangkat lunak terjadi
mulai dari project yang melebihi anggaran, hingga kasus yang
mengakibatkan kerusakan fisik dan kematian. Salah satu kasus yang
terkenal antara lain meledaknya roket Ariane akibat kegagalan perangkat
lunak. Selama bertahun-tahun, para peneliti memfokuskan usahanya untuk
menemukan teknik jitu untuk memecahkan masalah krisi perangkat lunak.
Berbagai teknik, metode, alat, proses
diciptakan dan diklaim sebagai senjata pamungkas untuk memecahkan kasus
ini. Mulai dari pemrograman terstruktur, pemrograman berorientasi objek,
perangkat pembantu pengembangan perangkat lunak (CASE tools), berbagai
standar, UML hingga metode formal diagung-agungkan sebagai senjata
pamungkas untuk menghasilkan software yang benar, sesuai anggaran dan
tepat waktu. Pada tahun 1987, Fred Brooks menulis artikel No Silver
Bullet, yang berproposisi bahwa tidak ada satu teknologi atau praktek
yang sanggup mencapai 10 kali lipat perbaikan dalam produktivitas
pengembanan perngkat lunak dalam tempo 10 tahun.
PENGERTIAN DASAR
Istilah Reakayasa Perangkat Lunak (RPL)
secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah Software
engineering. Istilah Software Engineering mulai dipopulerkan pada tahun
1968 pada software engineering Conference yang diselenggarakan oleh
NATO. Sebagian orang mengartikan RPL hanya sebatas pada bagaimana
membuat program komputer. Padahal ada perbedaan yang mendasar antara
perangkat lunak (software) dan program komputer.
Perangkat lunak adalah seluruh perintah
yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak dapat berupa
program atau prosedur. Program adalah kumpulan perintah yang dimengerti
oleh komputer sedangkan prosedur adalah perintah yang dibutuhkan oleh
pengguna dalam memproses informasi (O’Brien, 1999).
RPL sendiri adalah suatu disiplin ilmu
yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap
awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari
kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan
sistem setelah digunakan. Dari pengertian ini jelaslah bahwa RPL tidak
hanya berhubungan dengan cara pembuatan program komputer. Pernyataan
”semua aspek produksi” pada pengertian di atas, mempunyai arti semua hal
yang berhubungan dengan proses produksi seperti manajemen proyek,
penentuan personil, anggaran biaya, metode, jadwal, kualitas sampai
dengan pelatihan pengguna merupakan bagian dari RPL.
TUJUAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Secara umum tujuan RPL tidak berbeda dengan bidang rekayasa yang lain. Hal ini dapat kita lihat pada Gambar di bawah ini.
Dari Gambar di atas dapat diartikan
bahwa bidang rekayasa akan selalu berusaha menghasilkan output yang
kinerjanya tinggi, biaya rendah dan waktu penyelesaian yang tepat.
Secara lebih khusus kita dapat menyatakan tujuan RPL adalah:
- Memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah
- Menghasilkan perangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu
- Menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenis platform
- Menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah
RUANG LINGKUP
Sesuai dengan definisi yang telah disampaikan sebelumnya, maka ruang lingkup RPL dapat digambarkan sebagai berikut:
- Software Requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan persyaratan perangkat lunak
- Software Desain mencakup proses penampilan arsitektur, komponen, antar muka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak
- Software Construction berhubungan dengan detail pengembangan perangkat lunak, termasuk algoritma, pengkodean, pengujian dan pencarian kesalahan
- Software Testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak
- Software Maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan
- Software Configuration Management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu
- Software Engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak
- Software Engineering Tools And Methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL
- Software Engineering Process berhubungan dengan definisi, implementasi pengukuran, pengelolaan, perubahan dan perbaikan proses RPL
- Software Quality menitik beratkan pada kualitas dan daur hidup perangkat lunak.
| No. | Nama | Jabatan |
| 1. | Siti Nurjanah, S.Kom | Ketua Kompetensi Keahlian |
Senin, 19 September 2016
Rumus dalam Ms. Excel
Inilah tips komputer, tips microsoft excel cara menghitung data
angket yang sejenis :
Fungsi yang digunakan adalah fungsi CountIf dengan standar rumus =COUNTIF(range;criteria)
Fungsi yang digunakan adalah fungsi CountIf dengan standar rumus =COUNTIF(range;criteria)
- Tentukan range yang akan dihitung, misal range A1 sampai A100
- Tentukan kriteria yang akan dihitung, misal opsi jawaban 1,2,3 dan 4
- Untuk menghitung jumlah data sesuai opsi tersebut ketik rumus ini di kolom A101 =COUNTIF(A1:A100;1) untuk opsi jawaban 1 begitu seterusnya
- Jika opsi yang dihitung berupa data string (huruf;kata) misal opsi jawaban ya atau tidak, gunakan rumus ini di kolom A101 =COUNTIF(A1:A100;”ya”) untuk opsi jawaban ya, begitu seterusnya. Ingat gunakan tanda kutip.
Rumus Excel VLOOKUP
Rumus Excel VLOOKUP dipakai untuk mencari nilai dalam kolom pertama
dari tabel dan mengembalikan nilai dalam baris yang sama dari kolom lain dalam
tabel. Supaya lebih jelas, kita pakai fungsi Microsoft Excel VLOOKUP dalam
contoh berikut.
Toko Saribusana memiliki tabel Daftar Barang sbb. :
Toko Saribusana memiliki tabel Daftar Barang sbb. :
Kemudian, saya diminta membuat tabel hasil penjualan bulan Juli 2011 seperti
berikut :

Untuk mengisi kolom Keterangan, saya akan ambil dari Daftar Barang Toko Saribusana berdasarkan Kode yang ada, maka rumus Excel nya adalah
=VLOOKUP(B12,$B$3:$E$6,2,FALSE)
B12 : Kode Barang di B12 adalah acuan yang dipakai untuk mengambil data di tabel Daftar Barang.
$B$3:$E$6 : range tabel yang akan kita ambil datanya, dalam hal ini adalah tabel Daftar Barang tanpa mengikutsertakan judul kolom. Dan, jangan lupa gunakan $ sebab range tabel adalah absolut.
2 : kolom ke-2 yaitu kolom Keterangan di range tabel adalah kolom yang akan kita ambil datanya. Kolom ke-1 selalu dimulai dari kolom paling kiri.
Singkatnya, kita menyuruh Excel melihat Kode di cel B12 lalu cari di range tabel Daftar Barang sesuai Kode yang sama, setelah itu ambil nilai di kolom Keterangannya dan isikan di tabel Hasil Penjualan. Hasilnya :

Untuk mengisi kolom Keterangan, saya akan ambil dari Daftar Barang Toko Saribusana berdasarkan Kode yang ada, maka rumus Excel nya adalah
=VLOOKUP(B12,$B$3:$E$6,2,FALSE)
B12 : Kode Barang di B12 adalah acuan yang dipakai untuk mengambil data di tabel Daftar Barang.
$B$3:$E$6 : range tabel yang akan kita ambil datanya, dalam hal ini adalah tabel Daftar Barang tanpa mengikutsertakan judul kolom. Dan, jangan lupa gunakan $ sebab range tabel adalah absolut.
2 : kolom ke-2 yaitu kolom Keterangan di range tabel adalah kolom yang akan kita ambil datanya. Kolom ke-1 selalu dimulai dari kolom paling kiri.
Singkatnya, kita menyuruh Excel melihat Kode di cel B12 lalu cari di range tabel Daftar Barang sesuai Kode yang sama, setelah itu ambil nilai di kolom Keterangannya dan isikan di tabel Hasil Penjualan. Hasilnya :
Demikian juga untuk mengisi kolom Harga Penjualan di cel E12, dengan memperhatikan bahwa Harga Penjualan = Harga Pokok * (1+Markup), maka , rumus Excel nya adalah
=VLOOKUP(B12,$B$3:$E$6,3,FALSE)*(1+VLOOKUP(B12,$B$3:$E$6,4,FALSE))
Di fungsi Microsoft Excel tersebut, kita menyuruh Excel melihat Kode di B12 lalu cari kode yang sama di tabel Daftar Barang, setelah itu ambil Harga Pokoknya dan kalikan Harga Pokok dengan (1+Markup). Nilai Markup diambil dengan cara yang sama dengan cara mengambil nilai Harga Pokok. Maka kita mendapatkan Harga Penjualan untuk Kode di B12.
Oke, silakan mencoba dulu dan mengutak atik fungsi Microsoft Excel VLOOKUP. Semoga mengerti.
Oh, ya, V di VLOOKUP singkatan dari vertikal. Penggunaan VLOOKUP (bukan HLOOKUP) ketika nilai-nilai acuan Anda berada dalam kolom di sebelah kiri tabel data dan Anda mengambil data lain di sebelah kanannya. Gunakan fungsi microsoft excel HLOOKUP ketika nilai-nilai acuan Anda berada dalam baris di sebelah atas tabel data dan Anda ingin mengambil data-data di baris bawahnya.
Rumus Excel IF
Syntax dari fungsi microsoft excel ini adalah : IF(logical_test,value_if_true,value_if_false)
Maka dengan menggunakan fungsi microsoft excel IF, kita memberikan :
Maka dengan menggunakan fungsi microsoft excel IF, kita memberikan :
- suatu kondisi kepada Excel, lalu
- jika kondisi itu terpenuhi maka lakukan A,
- jika tidak terpenuhi maka lakukan B.
Oke, kita coba dalam kasus yang sama yaitu Toko Saribusana. Kembali saya
diminta menambahkan sebuah kolom di Tabel Penjualan bulan Juli 2011 yang
menunjukkan status barang. Jika penjualan barang lebih dari 500 unit berarti Barang
Laku, jika penjualan diantara 300 dan 500 maka Cukup Laku,
dan di bawah 300 berarti Ga Laku.
Rumus excel di sel G12 adalah
=IF(D12>300,IF(D12>500,”Laku Keras”,”Kurang Laku”),”Ga Laku”)
Saya meminta Excel untuk mengecek :
- Apakah unit terjual di D12 lebih dari 300 =IF(D12>300
- Jika ya maka cek lagi apakah D12 lebih dari 500, IF(D12>500
- Jika ya maka Laku Keras, “Laku Keras”
- jika tidak maka Kurang Laku. “Kurang Laku”
- jika tidak berarti barang Ga Laku. “Ga Laku”
Di atas terlihat bahwa terjadi dua kali pengecekan, atau saya memakai 2 kali
rumus excel IF. Fungsi If kedua berada di dalam fungsi If pertama. Fungsi IF
dapat dipakai di dalam fungsi IF lainnya, jangan lupa fungsi IF di dalam tidak
memakai tanda sama dengan [=] lagi.
Sekarang kita akan mencoba fungsi microsoft excel yang berhubungan dengan tanggal.
Sekarang kita akan mencoba fungsi microsoft excel yang berhubungan dengan tanggal.
Fungsi Microsoft Excel Date and Time
Kedua fungsi microsoft excel ini sering juga dipakai dalam mengolah data di
Excel.
Langsung saja, di atas adalah tabel Daftar Siswa Tercepat dalam Ujian IPA dari tiap kelas. Petugas administrasi memasukkan data tanggal, bulan, tahun dalam kolom-kolom terpisah supaya lebih cepat dan mudah. Nah, tugas saya mencari siapa yang tercepat dari kelima kontestan tersebut.
Pertama, saya satukan dulu tanggal, bulan dan tahun menjadi satu di sel C12 dengan fungsi microsoft excel :
=DATE(E3,D3,C3)
Fungsi microsoft excel ini mengambil data di sel E3,D3,C3 dan menjadikannya tanggal.
Lalu satukan juga jam, menit, dan detik tiap siswa di sel D12 dengan rumus :
=TIME(F3,G3,H3)
Rumus ini mengambil data di sel E3,D3,C3 dan menjadikannya waktu, untuk format time yang Anda ingini, ubah dalam menu Format Cells (klik kanan di sel, pilih Format Cells, pilih Time, pilih format yang Anda mau).
Baru saya cari siswa tercepat di sel E12 dengan fungsi microsoft excel :
=RANK(D12,$D$12:$D$16,1)
Fungsi Rank mencari urutan dalam suatu range, lalu Anda bisa pilih mau Ascending atau Descending. Hasilnya adalah tabel berikut, selamat buat Cassey, kamu tercepat!
Mengenal fungsi-fungsi dalam microsoft excel
=SUM(…)
Fungsinya
: Untuk melakukan penjumlahan
Bentuk umum : =SUM(range sel)
Contoh
: Misalkan kita akan menjumlahkan dari sel H5 sampai sel
H15
Penulisan
: =SUM(H5:H15)
=COUNT(…)
Fungsinya
: Untuk melakukan counter
Bentuk umum : =COUNT(range sel)
Contoh
:misalkan kita akan menghitung jumlah pegawai yang berada di sel B5 sampai sel
B15
Penulisan
: =COUNT(B5:B15)
=MAX(…)
Fungsinya
: Untuk
mencari nilai maksimum (terbesar)
Bentuk umum : =MAX(range sel)
Contoh
: Misalkan kita ingin menetukan nilai terbesar dari sederetan sel yang berada di sel F1 sampai sel F17
Penulisan
: =MAX(F1:F17)
=MIN(…)
Fungsinya
: Untuk mencari nilai minimum (terkecil)
Bentuk umum : =MIN(range sel)
Contoh
: Misalkan kita ingin menentukan nilai terkecil dari sederetan sel yang berada di sel F1 sampai sel F17
Penulisan
: =MIN(F1:F17)
=AVERAGE(…)
Fungsinya
: Untuk mencari nilai rata-rata
Bentuk umum : =AVERAGE (range sel)
Contoh
: Misalkan kita ingin mengetahui nilai rata-rata dari sel A11
sampai A17
Penulisan
:=AVERAGE(A11:A17)
=ABS(…)
Fungsinya
: Untuk mengubah angka-angka yang ada
dalam daftar argumennya menjadi bilangan mutlak
(absolut)
Bentuk umum : =ABS(range sel)
Contoh
: Misalkan kita bermaksud mengetahui secara
mutlak dari sel yang kita aktifkan, misal di sel F17
Penulisan
: =ABS(F17)
=SQRT(…)
Fungsinya
: Untuk menghitung akar dari bilangan X. Bilangan X
tidak boleh negatif
Bentuk umum : =SQRT(range sel)
Penulisan
: = SQRT(25) 5
=IF(…;…;…)
Fungsinya
: Untuk mengecek apakah nilai yang kita gunakan sebagai
kunci benar atau salah (memenuhi syarat atau tidak)
Bentuk umum : =IF(logical_test ; Value_if_true ;
Value_if_false)
Contoh
: Misalkan kita akan membandingkan nilai di suatu sel yang berada
di sel F17, tentang kriteria siswa dinyatakan lulus atau
gagal dengan ketentuan sbb. Jika
nilai rata-rata
siswa lebih besar sama dengan
60, maka siswa
dinyatakan LULUS, dan sebaliknya.
Penulisan
: =IF(F17>=60:”LULUS”;”GAGAL”)
artinya jika kolom F17
lebih besar sama dengan 60, maka
LULUS, jika kurang dari 60, maka
GAGAL
Keterangan :
Jika kondisi di sel F17 terpenuhi, maak kerjakan Value_if_true, jika kondisi di sel F17
tidak terpenuhi, maka kerjakan Value_if_false
=DATE(Year,Month,Date)
Fungsinya
: Untuk menghitung jumlah hari
Contoh
: =DATE(73,8,11) à 26887 hari
=VLOOKUP
Fungsinya
: Untuk pembacaan suatu tabel secara vertikal
Bentuk umum : =VLOOKUP(lookup_value; table_array;
Col_index_num;
Range_lookup)
=HLOOKUP
Fungsinya
: Untuk pembacaan suatu tabel secara horizontal
Bentuk umum : =HLOOKUP(lookup_value; table_array;
Col_index_num;
Range_lookup)
=LEFT(…;…)
Fungsinya
: Untuk mengambil teks sejumlah
karakter tertentu dari sebuah kiri
Bentuk umum : =LEFT(teks;jumlah karakter yang diambil)
Contoh
: Misal kita akan mengambil karakter yang
ada di sel F17 (Februari) sebanyak 3 huruf
Penulisan
: =LEFT(F17;3) à hasilnya Feb
=RIGHT(…;…)
Fungsinya
: Untuk mengambil teks sejumlah
karakter tertentu dari sebuah kanan
Bentuk umum : =RIGHT(teks;jumlah karakter yang
diambil)
Contoh
: Misal kita akan mengambil karakter yang
ada di sel F17 (Februari) sebanyak 3 huruf
Penulisan
: =RIGHT(F17;3) à hasilnya ari
=MID(…;…;…)
Fungsinya
: Untuk mengambil teks dari kedudukan
tertentu dengan sejumlah karakter tertentu
Bentuk umum : =MID(teks; start_number; number_char)
Contoh
: Misal kita akan mengambil karakter baru yang
ada di sel F17 (Februari)
Penulisan
: =MID(F17:3:3)
Jumat, 16 September 2016
Ayah Ku Pahlawanku
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah
yang lebih sering mengajakmu bermain atau berdongeng. Tapi tahukah
kamu, bahwa setiap Ayah pulang kerja dan dengan wajah lelah, Ayah selalu
menanyakan pada Ibu tentang keadaanmu dan apa yang kau lakukan
seharian?
Pada saat engkau masih seorang anak
perempuan kecil, Ayah mengajarimu naik sepeda. Setelah Ayah
mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu.

Kemudian Ibu bilang, “Jangan dulu Ayah,
jangan dilepas dulu roda bantunya”. Ibu takut putri manisnya terjatuh
lalu terluka. Tapi sadarkah kamu, bahwa Ayah dengan yakin akan
membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama
karena dia tahu putri kecilnya pasti bisa.
Pada saat kamu menangis merengek meminta
boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba. Tetapi Ayah akan
mengatakan dengan tegas, “kita beli nanti, tidak sekarang”
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena
Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang
selalu dapat dipenuhi?
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa membelikan yang kamu inginkan.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saat
kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
membentak dengan berkata :“Sudah di bilang! kamu jangan minum air
dingin!”. Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan
lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja, Kamu
mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah
bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Ayah
melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Ayah, kamu sangat luar biasa
berharga.
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan
masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu
dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu.

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah
memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Ayah sangat
ingin mengikuti keinginanmu. Tapi lagi-lagi, dia harus menjagamu.
Ketika kamu menjadi gadis dewasa. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Ayah harus melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa
kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi sedikit
nasehat, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Ayah ingin sekali
menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu kuat.
Mungkin Ibu lebih sering menelepon untuk
menanyakan keadaanmu, tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah lah yang
mengingatkan Ibu untuk menelponmu?
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang
sarjana. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri
kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi
seseorang”
Sampai suatu saat, ada seorang Lelaki
datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena Ayah tahu bahwa
lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya…. Saat Ayah melihatmu duduk
di Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas
menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…..
Apakah kamu mengetahui, di hari yang
bahagia itu Ayah pergi kebelakang dan menangis? Ayah menangis karena
bahagia, sedih, bercampur haru.
kemudian Ayah berdoa. Dalam lirih doanya, Ayah berkata:
“Ya Alloh, Ya Tuhanku, Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Semoga ilustrasi di atas memberi gambaran tentang kasih sayang ayah kita. Serta menambah semangat untuk berbakti kepada orang tua dan membalas kasih sayang Ayah kita.
Kamis, 15 September 2016
perjalanan hidup
Perjalanan hidup saya sangat menyakitkan , pedih karena dari kecil saya tinggal bersama Nenek dan Kakek. Sudah saya dewasa saya tinggal bersama kedua orang tua dan bersama kakak dan adik. Menginjak SMP saya sudah ditinggalin sama ayah karena ada konflik lalu ayah pergi dan tidak pulang kembali kumpul bersam lagi. Pelulusan SMP ayah tidak pulang sampai lebaran 1 dan di pelulusan SMK juga ayah tidak pulang tetapi lebaran kedua ayah pulang. Saya sangat merindukan kasih sayang seorang ayah dan ingin kembali kumpul bersama seperti dahulu dan berharap ayah dan ibu bisa bersatu kembali menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah, Aminnn......
Kamis, 08 September 2016
video mabit1 Angkatan15
#TerimaKasih !!!!
Langganan:
Komentar (Atom)









